Author: Leysha Weasley
Disclaimer: Kebanyakan Tokohnya punya Ibu Jo, tapi tokoh karangan ku juga banyak :)
Setting: 19 tahun setelah pertempuran Hogwarts
Setelah Al melambaikan tangan kepada orangtua dan adiknya ia merasa cemas kembali kalau ia sampai
Disclaimer: Kebanyakan Tokohnya punya Ibu Jo, tapi tokoh karangan ku juga banyak :)
Setting: 19 tahun setelah pertempuran Hogwarts
Setelah Al melambaikan tangan kepada orangtua dan adiknya ia merasa cemas kembali kalau ia sampai
"Belle Spancer," panggil Proffesor McGonnagal.
"Hufflepuff," seru topi seleksi.
"Lorcan Scamander"
"Ravenclaw"
"Arthur Robert"
"Hufflepuff"
"Albus Potter"
- Al mendengar namanya disebut. Semua pandangan di sana pun tertuju kepadanya. "Ku mohon jangan menantapku seperti itu," gumam Al sambil menuju ke topi seleksi. Ketika Proffesor McGonnagal meletakan topi itu dikepalanya, Al mendengar topi lusuh ituberbicara, "Wow, anak kedua Harry Potter". Al kesal karena ucapan si Topi, "Cepatlah, aku tidak tahan melihat semua orang menatapku," gumam Al. "Baiklah," seru si Topi, "Kau pintar ya, seperti Ibu dan Nenekmu, mungkin Ravenclaw cocok untuku, tetapi kaumemiliki jiwa pemberani ayahmu dan aku rasa kau juga akan menjadi penyihir hebat jika kau di Gryffindor dan kurasa Slytherin juga dapat membuatmu menjadi hebat". Al pun semakin kesal, "Ayolah cepat aku akan terima asrama apa pun yg pilihkan untukku jika
kau segera memutuskan," kata Al di benaknya. "Maaf nak membuatmu menunggu lama," kata sang topi. "Baiklah aku rasa kau tidak akan keberatan jika aku memasukan mu di SLYTHERIN".
Meja asrama Slytherin pun ramai dengan sorakan anak-anak Slytherin. "Akhirnya milik kami," seru mereka. James pun tertawa penuh kemenangan melihat adiknya.
Al merasa menyesal telah berkata begitu dibenaknya. Tak lama kemudian Rose di masukan ke asrama Gryffindor. Ketika Rose akan menuju meja asrama Gryffindor, ia menghampiri Al
dan berkata, "Kau tak usah menyesal Al, aku yakin ayahmu akan bangga padamu". Al pun berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengecewakan mereka dan akan membuat mereka bangga dengan dirinya di Slytherin.
――――
Gimana?
Bagus gak fanfic buatan ku?